Kamis, 04 Oktober 2012

BUDIDAYA UBI JALAR




SEJARAH SINGKAT

Ubi jalar atau ketela rambat atau “sweet potato” diduga berasal dari Benua Amerika.Para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman ubi jalar adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika bagian tengah. Nikolai Ivanovich Vavilov,seorang ahli botani Soviet, memastikan daerah sentrum primer asal tanaman ubi jalar adalah Amerika Tengah. Ubi jalar mulai menyebar ke seluruh dunia, terutama negara-negara beriklim tropika pada abad ke-16. Orang-orang Spanyol menyebarkan ubi jalar ke kawasan Asia, terutama Filipina, Jepang, dan Indonesia.
Ubi jalar merupakan komoditi pangan penting di wilayah Indonesia,  Jenis tanaman yang satu ini memang dapat dibudidayakan mulai dari daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, bahkan mampu beradaptasi di daerah yang kurang subur dan kering. Dengan kata lain ubi jalar merupakan produk pertanian yang mampu dibudidayakan sepanjang tahun, dan hal inilah yang menjadi salah satu keuntungan bagi masyarakat untuk membudidayakan ubi jalar.
Varietas ubi jalar sendiri terbilang cukup banyak diantaranya mendut, kalasan, lempengan, sawo, cilembu, rambo, georgia dan masih ada beberapa lainnya. Beberapa varietas tadi dikatakan unggul ketika berdaya hasil minimal 30 ton/ hektar dan berumur pendek sekitar 3/ 4 bulan dan varietas yang biasanya di tanam di sumatera utara khususnya kabupaten Pakpak Bharat  yaitu cilembu. Ubi jalar dapat di budidayakan secara vegetatif dengan menggunakan stek batang atau pucuk daun. Nah, untuk lebih jelasnya kali ini kita akan membahas secara lebih detail mengenai proses budidaya tanaman ubi jalar.



Pembibitan
Tahap pertama adalah tahap pembibitan, dimana dalam tahap ini budidaya ubi jalar dilakukan dengan stek batang atau pucuk daun. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dari bahan tanaman yang akan di stek, diantaranya:
a)  Pilihlah tanaman ubi jalar yang berumur 2 bulan atau lebih, dengan keadaan pertumbuhan sehat dan normal.
b) Potong batang tanaman untuk dijadikan stek batang atau stek pucuk sepanjang 20-25 cm dengan menggunakan pisau yang tajam dan lakukan di pagi hari.
c) Kumpulkan stek pada suatu tempat, kemudian buang sebagian daunnya untuk mengurangi penguapan yang berlebihan.
d) Ikat bahan tanaman (bibit) rata-rata 100 stek/ ikatan, lalu simpan di tempat yang teduh selama 1-7 hari dengan tidak bertumpuk.
Pengolahan Media Tanam
Persiapan Pembentukan Bedengan
Jika media yang akan digunakan adalah tanah sawah maka berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu: Babat jerami sebatas permukaan tanah.Tumpuk jerami secara teratur menjadi tumpukan kecil memanjang berjarak 1 meter antar tumpukan.Olah tanah di luar bidang tumpukan jerami dengan cangkul atau bajak, kemudian tanahnya ditimbunkan pada tumpukan jerami sambil membentuk guludan-guludan berukuran lebar bawah ± 60 cm, tinggi 35 cm, dan jarak antar guludan 70-100 cm. Panjang disesuaikan dengan keadaan lahan.Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan. Pembuatan guludan di atas tumpukan jerami atau sisa-sisa tanaman dapat menambah bahan organik tanah yang berpengaruh baik terhadap struktur dan kesuburan tanah sehingga ubi dapat berkembang dengan baik dan permukaan kulit ubi rata.

Kemudian jika yang digunakan adalah tanah tegalan maka persiapannya yang dilakukan yaitu: Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma). Olahan tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput liar.Biarkan tanah kering selama minimal 1 minggu. Buat guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan. Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air diantara guludan
Teknik Penanaman/Penentuan Pola Tanam
Sistem tanam Ubi dapat dilakukan dengan 2 cara berbeda, yaitu secara tunggal (monokultur) dan secara tumpang sari dengan kacang tanah, akan tetapi biasanya di lakukan masyarakat di sini  yaitu sistem tanam tunggal (monokultur) dengan cara: Buat larikan-larikan dangkal arah memanjang di sepanjang puncak guludan dengan cangkul sedalam 10 cm, atau buat lubang dengan tugal, jarak antar lubang 25-30 cm.Buat larikan atau lubang tugal sejauh 7-10 cm di kiri dan kanan lubang tanam untuk tempat pupuk. Tanamkan bibit ubi jalar ke dalam lubang atau larikan hingga pangkal batang (stek) terbenam tanah 1/2-2/3 bagian, kemudian padatkan tanah dekat pangkal stek (bibit). Masukkan pupuk dasar berupa urea 1/3 bagian ditambah TSP seluruh bagian ditambah KCl 1/3 bagian dari dosis anjuran ke dalam lubang atau larikan, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis. Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 45-90 kg N/ha (100-200 kg Urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (100 kg KCl/ha). Pada saat tanam diberikan pupuk urea 34-67 kg ditambah TSP 50 kg ditambah KCl 34 kg per hektar. Tanaman ubi jalar amat tanggap terhadap pemberian pupuk N (urea) dan K (KCl).
Cara Penanaman
Pada proses penanaman, bibit yang telah disiapkan dibenamkan kira-kira 2/3 bagian kemudian ditimbun dengan tanah dan disirami air. Bibit ubi sebaiknya ditanam mendatar dan semua pucuk diarahkan ke satu tujuan. Dalam satu alur ditanam satu batang, dan bagian batang yang ada daunnya tersembul diatas bedengan. Pada tiap-tiap bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30 cm, sehingga untuk areal seluas 1 ha dibutuhkan bibit stek kurang lebih 36.000 batang.
Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan dan Penyulaman
Setelah dilakukan penanaman bibit, selama 3 minggu ubi jalar harus diamati pertumbuhannya secara kontinu, terutama untuk bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal. Jika terjadi bibit mati maka harus segera dilakukan penyulaman. Caranya yaitu dengan mencabut bibit yang mati kemudian diganti dengan bibit yang baru dengan menanam sepertiga bagian pangkal stek ditimbun tanah.
Penyulaman baiknya dilakukanpada pagi hari atau sore hari, pada saat sinar matahari tidak terlalu panas. Bibit stek untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam di tempat yang teduh
Penyiangan
Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan penanaman ubi jalar biasanya mudah ditumbuhi rumput liar (gulma). Gulma merupakan pesaing ubi jalar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air, unsure hara, dan sinar matahari. Oleh karena itu gulma harus segera disiangi. Penyiangan dilakukan bersama dengan kegiatan pembubuan yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbun pada guludan tersebut.
Pembubunan
Penyiangan dan pembubunan tanah biasanya dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam, kemudian diulang saat tanaman berumur 2 bulan. Tata cara penyiangan dan pembumbunan meliputi tahap-tahap sebagai berikut: Bersihkan rumput liar  (gulma) dengan kored atau cangkul secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman ubi jalar. Gemburkan tanah sekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam saluran antar guludan. Timbunkan kembali tanah ke guludan semula.

Pemupukan
Zat hara yang terbawa atau terangkut pada saat panen ubi jalar cukup tinggi, yaitu terdiri dari ± 156 kg urea, ±42 kg TSP, dan 220 kg KCl per hektar pada tingkat hasil 15 ton ubi basah. Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.

Dosis pupuk yang tepat harus berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Dosis pupuk yang dianjurkan secara umum adalah 100-200 kg urea/ha ditambah ±50 kg TSP/ha ditambah ±100 kg KCl/ha.

Pemupukan dapat dilakukan dengan sistem tugal dan larikan. Pemupukan dengan sistem larikan mula-mula buat larikan (alur) kecil di sepanjang guludan sejauh 7-10 cm dari batang tanaman, sedalam 5-7 cm, kemudian sebarkan pupuk secara merata ke dalam larikan sambil ditimbun dengan tanah.
Pasca panen
Tanaman ubi jalar dapat dipanen bila ubi-ubinya sudah tua (matang fisiologis). Ciri fisik ubi jalar matang, antara lain: bila kandungan tepungnya sudah maksimum, ditandai dengan kadar serat yang rendah dan bila direbus (dikukus) rasanya enak serta tidak berair.
Penentuan waktu panen ubi jalar didasarkan atas umur tanaman. Jenis atau varietas ubi jalar berumur pendek (genjah) dipanen pada umur 3-3,5 bulan, sedangkan varietas berumur panjang (dalam) sewaktu berumur 4,5-5 bulan..
Panen ubi jalar yang ideal dimulai pada umur 3 bulan, dengan penundaan paling lambat sampai umur 4 bulan. Panen pada umur lebih dari 4 bulan, selain resiko serangan hama boleng cukup tinggi, juga tidak akan memberikan kenaikan hasil ubi.


Cara Panen
Pada proses panen ubi jalar, ada beberapa langkah-langkah yang dilakukan, diantaranya: Tentukan pertanaman ubi jalar yang telah siap dipanen. Potong (pangkas) batang ubi jalar dengan menggunakan parang atau sabit, kemudian batang-batangnya disingkirkan ke luar petakan sambil dikumpulkan. Galilah guludan dengan cangkul hingga terkuak ubi-ubinya. Ambil dan kumpulkan ubi jalar di suatu tempat pengumpulan hasil. Bersihkan ubi dari tanah atau kotoran dan akar yang masih menempel. Lakukan seleksi dan sortasi ubi berdasarkan ukuran besar dan kecil ubi secara terpisah dan warna kulit ubi yang seragam. Pisahkan ubi utuh dari ubi yang rusak ataupun terserang oleh hama atau penyakit.Masukkan ke dalam wadah atau karung goni, lalu angkut ke tempat penampungan (pengumpulan) hasil.
Perkiraan Produksi
Tanaman ubi jalar yang tumbuhnya baik dan tidak mendapat serangan hama penyakit yang berarti (berat) dapat menghasilkan lebih dari 25 ton ubi basah per hektar. Varietas unggul seperti cilembu dapat menghasilkan 25 ton, prambanan 28 ton, dan kalasan antara 31,2-47,5 ton per hektar.
Dengan memperhatikan benar cara dan proses dalam berbudidaya, maka dapat dipastikan bahwa hasil panen ubi jalar secara kualitas dan kuantitas akan maksimal. Dengan begitu maka keuntungan petani pun akan meningkat seiring dengan harga jual ubi jalar yang semakin tinggi. Semoga informasi kali ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mengembangkan ubi jalar sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Maju terus pertanian Indonesia. Selamat mencoba.